Studio Karunia Tuhan
Pekan lalu saya mengisi liburan. Kali ini saya mengisi liburan dengan menikmati wisata alam. Pada kesempatan ini saya diajak oleh teman saya menuju Waduk Sermo yang berada di Yogyakarta.
Luar biasa. Air yang tenang, burung yang bersahutan, matahari yang akan kembali ke peraduannya. sungguh nikmat sekali.
Tak lupa pula sepasang kekasih terlihat menikmati hamparan bukit pegunungan yang tersusun indah di depannya. Waduk ini memang terletak di perbukitan yang membentenginya. Sehingga air dapat mengalir ke daerah pemukiman ataupun sawah-sawah yang berada di bawahnya.
Masih tentang manusia. Saya juga melihat dua pasang pengantin sedang melaksanakan foto prewedding di lokasi ini.
“Sungguh tepat” gumamku.
Tempat ini dapat memberikan kenangan yang mendalam bagi siapa saja yang menikmatinya. Apalagi hal sakral seperti pernikahan yang hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup.
Sembari menikmati alam yang mengagumkan, kami menyusuri waduk ini sambil bercakap cakap pada teman saya. Teman saya mengatakan bahwa di sinilah tempat shuting salah satu adegan dalam film Bumi Manusia.
“Neng kene yo panggone shutting film e (Bumi Manusia)” kata teman saya.
“Weh yo mantep tenan nek neng kene” jawab saya.
Setelah lelah berjalan kami duduk di pinggiran waduk.
Menghadap matahari sore yang mulai tenggelam.
Menghayati air yang menari pelan.
Menatap cakrawala yang kemerahan.
Sungguh perpaduan yang sangat menegesankan. Khususnya bagi saya yang jarang melihat alam secara langsung.
Sambil duduk-duduk muncul ide dalam benak saya. “Jika film Bumi Manusia saja mengambil setingan di pelosok daerah begini, mengapa film lain tidak ?”
“ataukah karena kita kekurangan cerita?”
“atau kita kekurangan dana ?”
“atau saya saja yang kurang update tentang film.”
Dengan adanya pertanyaan seperti itu, saya berfikiran bahwa bentang alam yang ada di bumi pertiwi ini, sebenarnya bisa kita “eksploitasi” mengunakan industri kreatif. Khusunya industri perfilman.
Betapa indahnya negeri ini. Hutan, gunung, lautan dan ribuan hektar hamparan pemandangan yang diberikan tuhan kepada negeri ini. Bila kita dapat memanfaatkannya dengan cara “eksploitasi” lewat bidang perfilman. Maka hasil yang gemilang dapat terlihat di depan mata.
Industri perfilman akan sangat diuntungkan dengan adanya bentang alam yang super indah ini.
Coba pikirkan.
Kita tak perlu ke luar negeri untuk menyewa studio alam.
Kita tak perlu terkagum kagum dengan keindahan alam negara seberang.
Jika dapat dikelola dengan baik, maka dengan adanya film yang berlatar belakang bentang alam di Indonesia otomatis akan menggenjot pariwisata negeri ini.
Orang akan lebih mengenal negeri ini.
Orang akan lebih takjub pada negeri ini.
Orang luar pun akan berbondong-bondong jika mereka mengetahui ini.
Kita telah diberi studio yang amat indahnya, luar biasa bukan ?. Ini baru salah satu kekuatan dalam bidang film. Belum industri kreatif lainnya.
Bagaimana ? apakah kita sanggup mensyukuri nikmat tuhan ini dengan cara mengolahnya dengan sebaik-baiknya,
atau kita “hanya” melihatnya sebagai hiasan mata ?.
Tantangan ini akan melekat pada generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Karosuro, 25/12/19
Jika ingin ke sana. Ikuti link ini : https://goo.gl/maps/Qubm5spRuBYUvJPj8
Disarankan saat pagi, atau menjelang sore. Agar dapat menikmati sang surya.
Jika ingin ke sana. Ikuti link ini : https://goo.gl/maps/Qubm5spRuBYUvJPj8
Disarankan saat pagi, atau menjelang sore. Agar dapat menikmati sang surya.
Comments
Post a Comment